Seperti saya uraikan di awal bahwa Profesi
ke-3 saya setelah Trainer / Motivator
Service Excellence dan Agent Property, adalah sebagai mediator jual-beli mobil
bekas khususnya. Sebuah usaha yang tanpa sengaja digeluti setelah menolak
beberapa calon pembeli rumah yang mengharapkan mobilnya bisa dibantu untuk dijualkan
yang akan dipakai sebagai uang muka pembelian rumah.
Suatu hari saya berkenalan dengan
seseorang melalui bb. Mengetahui saya juga bisnis jual-beli mobil, beliau
menawarkan 1 unit mobil milik temannya untuk dibantu jualkan oleh saya. Kayuh
bersambut rezeki dihadapan tidak saya sia-siakan. Dijanjikan komisi Rp 2 Juta,
saya langsung bergegas melakukan pemasaran mobil merk Honda tersebut.
Bermodalkan fhoto-fhoto yang dikirim oleh kenalan baru saya tersebut, saya
tancap gas menawarkan mobil tersebut melalui iklan online dan lewat blog saya http://mobilbalikpapanku.blogspot.com
.
Pada jum’at pagi, teman saya indrianto (salah satu pegawai Bank BUMN)
meminta bantuan untuk menyalurkan shodaqohnya sebesar Rp 1.000.000,- ke panti
asuhan. Setelah ditransfer oleh Indrianto, uang langsung saya tarik via ATM dan
bergegas ke Panti Asuhan Nurul Iman untuk disampaikan. Jam 10.30 uang telah
diterima Ustadz Saeful Ishaq. Saya segera pulang untuk bersiap menuju masjid
sholat Jum’at. Setelah sholat jum’at ada seseorang menelpon saya menanyakan
mobil yang saya iklankan secara online. Mobil merk Honda yang 3 minggu lalu saya
pasarkan, ingin disurvey oleh beliau. Saya kaget dan merasa gugup merasa seolah
rezeki saya mendekat. Saya lantas menghubungi teman saya untuk membuat janji
mempertemukan pemilik mobil dengan calon pembeli yang barusan menelpon saya
seusai sholat jum’at.
Malam harinya disepakati pertemuan
survey mobil di sebuah stadion badminton karena kebetulan pemilik ada jadwal
olah raga malam itu. Jum’at pagi mengantar shodaqoh Rp 1.000.000,- malam
harinya mengantar calon pembeli mobil untuk melihat dan negosiasi. Setelah
mobil dilihat, calon pembeli membawa 2 orang temannya yang mengerti mesin.
Merasa agak puas dengan kondisi mobil, namun karena malam hari maka diputuskan
untuk melihat kembali mobil tersebut disiang hari. Perbincangan harga sudah
seperti mengena, tinggal melihat kondisi disiang hari. Keesokan harinya tanpa
saya temani, calon pembeli bertemu pemilik mobil dan teman saya untuk melihat
kondisi mobil sekaligus tes drive. Teman saya yang merupakan teman pemilik
mobil menghubungi saya dan menginformasikan bahwa mobil sudah disurvey. Katanya
calon pembeli akan memberi jawaban 1 minggu lagi. Tanpa memiliki beban, saya
berdoa semoga ada rezeki saya melalui penjualan mobil tersebut.
Seminggu kemudian, dihari jum’at tepatnya
siang hari jam 2 setelah sholat jum’at saya dihubungi oleh calon pembeli bahwa
transaksi jual-beli tersebut telah terjadi tadi pagi sebelum sholat jum’at.
Pembayaran dan serah terima mobil telah terlaksana. Saya senang dan mengucapkan
terima kasih kepada pembeli mobil yang ramah tutur katanya tersebut karena
beliau ternyata seorang PNS bergelar Doktor (S-3) lulusan beasiswa universitas
di Belanda. Sampai jam 5 sore saya belum mendapat kabar teman saya yang
bertindak mediator pertama perihal komisi saya. Saya tidak melakukan upaya
penagihan kepada ybs, karena saya meyakini bila rezeki saya sudah sampai maka
tiada siapapun bisa menghalangi. Malam hari setelah sholat maghrib berjamaah di
masjid, saya mendapat telpon dari teman saya yang memberitahu bahwa transaksi
jual-beli mobil telah berlangsung pagi tadi. Teman saya meminta nomor rekening
saya untuk mentransfer komisi saya sebesar Rp 2.000.000,- seperti kesepakata
semula kami.
Seketika itu notifikasi sms banking
saya terima bahwa dana Rp 2.000.000,- tersebut telah masuk ke rekening saya.
Alhamdulillah, hanya berselang 1 minggu atau tepatnya dari jum’at ke jum’at
berikutnya saya mendapat rezeki sebesar Rp 2.000.000,- setelah jum’at
sebelumnya mengantarkan shodaqoh uang teman saya Indrianto sebesar Rp
1.000.000,- ke Panti Asuhan Nurul Iman,,,Subhanallah. Sebuah keberuntungan dan
rezeki yang tidak pernah saya sangka-sangka datangya karena yang Ghaib hanya
milik Allah swt. Kita sebagai Hamba hanya wajib berdoa dan berusaha serta
memperbanyak ibadah diiringi perbuatan-perbuatan amal sholeh lainnya
(diantaranya shodaqoh dan menjadi perantara shodaqoh). Menjadi perantara
kebaikan bagi banyak orang dengan bimbingan Al’quran dan Sunah Nabi Muhammad
saw. Kerjakan saja secara ikhlas dan semoga bernilai ibadah disisi-Nya, dan
biar bagaimana Allah swt memberikan yang terbaik bagi kita. Apakah itu berupa
pembalasan baik secara langsung di dunia maupun penundaan kenikmatan kelak di
akherat yang kekal. Aamiin.
Hery Arianto,
(Perantara Shodaqoh)
HP. 0813 5162 6905 / Pin BB 26004EDB
