Sabtu, 21 Februari 2015

Mengantar Shodaqoh Teman Rp 1 Juta hari Jum'at, seminggu kemudian di hari Jum'at Dapat Komisi Jual Mobil Rp 2 Juta




        Seperti saya uraikan di awal bahwa Profesi ke-3 saya setelah Trainer /  Motivator Service Excellence dan Agent Property, adalah sebagai mediator jual-beli mobil bekas khususnya. Sebuah usaha yang tanpa sengaja digeluti setelah menolak beberapa calon pembeli rumah yang mengharapkan mobilnya bisa dibantu untuk dijualkan yang akan dipakai sebagai uang muka pembelian rumah.

        Suatu hari saya berkenalan dengan seseorang melalui bb. Mengetahui saya juga bisnis jual-beli mobil, beliau menawarkan 1 unit mobil milik temannya untuk dibantu jualkan oleh saya. Kayuh bersambut rezeki dihadapan tidak saya sia-siakan. Dijanjikan komisi Rp 2 Juta, saya langsung bergegas melakukan pemasaran mobil merk Honda tersebut. Bermodalkan fhoto-fhoto yang dikirim oleh kenalan baru saya tersebut, saya tancap gas menawarkan mobil tersebut melalui iklan online dan lewat blog saya http://mobilbalikpapanku.blogspot.com .

        Pada jum’at pagi, teman saya indrianto (salah satu pegawai Bank BUMN) meminta bantuan untuk menyalurkan shodaqohnya sebesar Rp 1.000.000,- ke panti asuhan. Setelah ditransfer oleh Indrianto, uang langsung saya tarik via ATM dan bergegas ke Panti Asuhan Nurul Iman untuk disampaikan. Jam 10.30 uang telah diterima Ustadz Saeful Ishaq. Saya segera pulang untuk bersiap menuju masjid sholat Jum’at. Setelah sholat jum’at ada seseorang menelpon saya menanyakan mobil yang saya iklankan secara online. Mobil merk Honda yang 3 minggu lalu saya pasarkan, ingin disurvey oleh beliau. Saya kaget dan merasa gugup merasa seolah rezeki saya mendekat. Saya lantas menghubungi teman saya untuk membuat janji mempertemukan pemilik mobil dengan calon pembeli yang barusan menelpon saya seusai sholat jum’at.

        Malam harinya disepakati pertemuan survey mobil di sebuah stadion badminton karena kebetulan pemilik ada jadwal olah raga malam itu. Jum’at pagi mengantar shodaqoh Rp 1.000.000,- malam harinya mengantar calon pembeli mobil untuk melihat dan negosiasi. Setelah mobil dilihat, calon pembeli membawa 2 orang temannya yang mengerti mesin. Merasa agak puas dengan kondisi mobil, namun karena malam hari maka diputuskan untuk melihat kembali mobil tersebut disiang hari. Perbincangan harga sudah seperti mengena, tinggal melihat kondisi disiang hari. Keesokan harinya tanpa saya temani, calon pembeli bertemu pemilik mobil dan teman saya untuk melihat kondisi mobil sekaligus tes drive. Teman saya yang merupakan teman pemilik mobil menghubungi saya dan menginformasikan bahwa mobil sudah disurvey. Katanya calon pembeli akan memberi jawaban 1 minggu lagi. Tanpa memiliki beban, saya berdoa semoga ada rezeki saya melalui penjualan mobil tersebut.

        Seminggu kemudian, dihari jum’at tepatnya siang hari jam 2 setelah sholat jum’at saya dihubungi oleh calon pembeli bahwa transaksi jual-beli tersebut telah terjadi tadi pagi sebelum sholat jum’at. Pembayaran dan serah terima mobil telah terlaksana. Saya senang dan mengucapkan terima kasih kepada pembeli mobil yang ramah tutur katanya tersebut karena beliau ternyata seorang PNS bergelar Doktor (S-3) lulusan beasiswa universitas di Belanda. Sampai jam 5 sore saya belum mendapat kabar teman saya yang bertindak mediator pertama perihal komisi saya. Saya tidak melakukan upaya penagihan kepada ybs, karena saya meyakini bila rezeki saya sudah sampai maka tiada siapapun bisa menghalangi. Malam hari setelah sholat maghrib berjamaah di masjid, saya mendapat telpon dari teman saya yang memberitahu bahwa transaksi jual-beli mobil telah berlangsung pagi tadi. Teman saya meminta nomor rekening saya untuk mentransfer komisi saya sebesar Rp 2.000.000,- seperti kesepakata semula kami.

        Seketika itu notifikasi sms banking saya terima bahwa dana Rp 2.000.000,- tersebut telah masuk ke rekening saya. Alhamdulillah, hanya berselang 1 minggu atau tepatnya dari jum’at ke jum’at berikutnya saya mendapat rezeki sebesar Rp 2.000.000,- setelah jum’at sebelumnya mengantarkan shodaqoh uang teman saya Indrianto sebesar Rp 1.000.000,- ke Panti Asuhan Nurul Iman,,,Subhanallah. Sebuah keberuntungan dan rezeki yang tidak pernah saya sangka-sangka datangya karena yang Ghaib hanya milik Allah swt. Kita sebagai Hamba hanya wajib berdoa dan berusaha serta memperbanyak ibadah diiringi perbuatan-perbuatan amal sholeh lainnya (diantaranya shodaqoh dan menjadi perantara shodaqoh). Menjadi perantara kebaikan bagi banyak orang dengan bimbingan Al’quran dan Sunah Nabi Muhammad saw. Kerjakan saja secara ikhlas dan semoga bernilai ibadah disisi-Nya, dan biar bagaimana Allah swt memberikan yang terbaik bagi kita. Apakah itu berupa pembalasan baik secara langsung di dunia maupun penundaan kenikmatan kelak di akherat yang kekal. Aamiin.

 
Hery Arianto,

(Perantara Shodaqoh)
HP. 0813 5162 6905  / Pin BB 26004EDB
 


   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar