Pada suatu sore di awal Oktober tahun
2013, saya ke Panti Asuhan Sahabat Yatim untuk menyampaikan titipan shodaqoh
salah seorang donator kenalan di BB. Saya disambut salah seorang petugas yayasan
secara ramah di meja pelayanan Donatur. Shodaqoh berupa uang tunai sebesar Rp
150.000,- tersebut saya serahkan kepada petugas penerima yang kemudian segera
membuat kwitansi bukti penyerahan dana shodaqoh. Pada saat petugas panti
membuatkan kwitansi shodaqoh, saya melihat sebuah X-Banner disamping meja
petugas yang bertuliskan “Bingkisan Pekan Muharram 1435 H” yang salah satu
kegiatannya adalah menghimpun donasi dari para Donatur untuk dibagikan ke
anak-anak Yatim Piatu yang ada di dalam asrama maupun yang ada di luar asrama.
Secara spontan hati saya berkata “bagus
sekali program ini, dan patut saya ikuti”. Sepintas pikiran saya menerawang
bagaimana tindak lanjutnya. Belum sempat terpikir secara rinci apa yang akan
dilakukan, petugas yayasan sudah selesai menulis kwitansi bukti terima shodaqoh
tunai titipan saya. Si petugas kemudian membacakan doa bagi kebaikan Donatur.
Setelah doa dipanjatkan, saya kemudian bergegas pulang dan mengucapkan terima
kasih kepada petugas yayasan tersebut. Mengendarai sepeda motor kesayangan yang
relatif masih berumur 2 tahun peninggalan masa menjadi pegawai bank, saya
sambil berpikir-pikir apa yang akan saya lakukan untuk mengadakan Program Pekan
Muharram 1435 H yang bermanfaat bagi anak yatim piatu. Tak berapa lama saya
telah sampai dirumah dari perjalanan ke panti asuhan Sahabat Yatim tadi yang
hanya berjarak sekitar 2 KM saja. Tiba-tiba dirumah saya baru menemukan gagasan
untuk menghimpun dana kepada Para Donatur yang ada di BB untuk disalurkan
langsung ke ade-ade yang ada di Panti Asuhan.
Tidak mau ide tersebut lenyap begitu
saja, saya langsung mengkonsep broadcast via blackberry perihal “Program
Shodaqoh Pekan Muharam 1435 H”. Bbunyi broadcast tersebut kurang lebih seperti
ini :
“Assalamualaikum
…Dalam Rangka Tahun Baru Hijriyah 1 Muharam 1435 H, kami mengadakan Program
Shodaqoh Pekan Muharam 1435 H. Adapun program tersebut berupa pemberian uang
tunai kepada Anak Yatim-Piatu yang ada di Panti Asuhan sebesar Rp 100.000,-
untuk setiap anak. Kepada sahabat donator yang ingin berpartisipasi kami
persilahkan sukarela”
Konsep bc
(broadcast) tersebut langsung saya sebar secara otomatis. Tak terasa waktu
memasuki waktu sholat maghrib, kumandang adzan pun bergema mengiringi pergantin
waktu sore menuju malam. Selesai melaksanakan sholat maghrib berjamaah di
masjid, saya pulang ke rumah. Setelah makan malam bersama keluarga kecil
tercinta saya yang terdiri dari isteri tercinta Lidianur dan ke-2 anak saya Khansa
Nabilla (9 tahun) dan Muhamad Almer Nibras (5 tahun) ---(pada bab berikutnya di tahun 2014 saya kembali dianugerahkan putera
ke-3 pada tanggal 24 November 2014 dengan nama Muhamad Akhtar
Nibras,,,Alhamdulillah). Diluar dugaan ada 5 pesan masuk dari beberapa
teman yang menyatakan keinginan untuk berpartisipasi dalam program shodaqoh
muharam tersebut. Saya senang luar biasa sekaligus terharu karena tidak
menyangka masih dipercaya mereka untuk menggalang dana ke panti asuhan. Ada
teman yang langsung menyanggupi shodaqoh Rp 1.000.000,- dan beberapa lainnya
dengan nilai variatif berkisar ratusan ribu rupiah. Selang beberapa hari
kembali beberapa teman menghubungi keinginan mereka untuk ikut berpartisipasi
program shodaqoh secara berjamaah tersebut. Ada yang menjanjikan dananya 1-2
hari lagi adapula yang secara spontan mentransfer melalui mobile banking dan
ATM serta ada yang meminta waktu nanti ketika tanggal gajian tiba.
Dalam waktu 3 minggu telah terkumpul
dana sebesar Rp 8.750.000,- dari 25 orang sahabat donatur. Dari beberapa
donatur tersebut ada hal yang menarik, karena diantara mereka ada yang :
- Ade kelas di SMA yang sumbang Rp 1.000.000,- kebetulan telah menjadi pejabat di Kabupaten Penajam Paser Utara (berseberangan laut dengan kota Balikpapan).
- Teman-teman baru kenal di bb yang belum pernah bertemu bahkan hingga saat ini.
- Teman baru yang tidak sengaja dikenal dan berasal dari Pulau Bali.
- Teman sekolah SMP dan SMA yang baru bertemu lewat bb dan berdomisili di luar kota diantaranya Samarinda, Malang, Surabaya, Jakarta, Palembang, Riau.
- Teman-teman yang usianya jauh dibawah usia saya dan bahkan ada pula yang paling senior karena orang tua dari teman sekolah.
- Teman baru yang belum pernah melihat wajahnya di profil bb, beberapa bulan kemudian baru berkesempatan tatap muka.
- Teman baru dari berbagai profesi dan pekerjaan (PNS, pegawai bank, Profesi kesehatan, pekerja swasta, agen asuransi, pengusaha dll).
Semua donatur
tersebut sangat mempercayakan penyaluran dana shodaqoh mereka kepada saya
sehingga saya tidak terlalu repot harus membuat bukti terima secara orang
per-orang. Namun secara tekhnis, uang mereka saya masukkan ke amplop
masing-masing yang bertuliskan nama mereka dan doa-doa yang mereka inginkan
dari ade-ade panti asuhan. Setiap amplop berisi uang Rp 100.000,- dengan
bertulikan nama donatur dan doa pengharapan masing-masing. Beberapa donatur
memiliki lebih dari 1 amplop donasi yang berarti memberikan santunan kepada
lebih dari 1 anak yatim. Amplop-amplop uang beserta nama dan doa mereka saya fhoto
dan kirim via bb ke mereka sebagai upaya mengeliminir prasangka buruk
(setidaknya menurut saya). Alhamdulillah mereka tidak merasa keberatan karena
prinsipnya sudah mempercayakan penyalurannya kepada saya.
Pada hari yang telah saya tentukan uang
sebesar Rp 8.750.000,- yang terdiri 87 amplop tersebut saya bagi pada 2 tempat
penyaluran, yakni Panti Asuhan Nurul Iman dan Panti Asuhan Sahabat Yatim. Pada
program perdana ke panti asuhan inilah saya mengenal sosok Ustadz Saeful Ishaq
pengasuh Panti Asuhan Nurul Iman yang dikemudian hari banyak hal yang saya
peroleh dari beliau berupa ilmu agama dan pelajaran kehidupan. Sampai hari ini
tidak banyak saya akrab dengan pengurus beberapa panti asuhan dan beliau salah
satu orang yang sangat nyaman untuk diajak bicara banyak hal. Setelah
penyaluran langsung ke tangan ade-ade panti asuhan, saya fhoto penyerahan
tersebut untuk saya kirim kepada para donatur guna menjaga kepercayaan mereka
dan sebagai upaya pertanggungjawaban dari saya. Kontak person panti asuhan yang
disantuni juga saya sampaikan ke para donatur agar mereka bisa melakukan
pengecekan kebenaran penyaluran shodaqoh tunai tersebut.
Bulan Oktober 2013
penyaluran Program Shodaqoh Pekan Muharam tersebut, sebulan kemudian yakni
bulan November 2013 saya dapat tawaran “Project Training Service Excellence”
dari PT. Pelabuhan Indonesia III (Persero) Cabang Kotabaru. Project senilai Rp
20.000.000,- tersebut akan dilaksanakan di bulan Desember tepatnya tanggal 19-20
Desember 2013,,, Alhamdulillah. Project training tersebut berjalan selama 2
hari dan berlangsung lancar dengan memuaskan perusahaan. Rp 20.000.000,- tersebut,
saya yakini merupakan balasan Allah swt dari penyaluran shodaqoh berjamaah
dengan nilai Rp 8.750.000,- Mari kita
pikirkan sejenak, uang Rp 8.750.000,- bukan milik saya melainkan milik para
donatur. Saya hanya memfasilitasi penyalurannya saja. Namun justru Allah swt
membalas langsung kepada saya sebesar Rp 20.000.000,-. Saya sangat berharap dan
tentunya berkeyakinan bahwa para donatur Program Shodaqoh Pekan Muharam 1435
H/2013 tersebut juga mengalami keberuntungan-keberuntungan dan
keberkahan-keberkahan seperti yang saya alami secara langsung,,,inshaa Allah.
Hery Arianto,
(Perantara Shodaqoh)
HP. 0813 5162 6905 / Pin BB 26004EDB
Tidak ada komentar:
Posting Komentar